Beranda / Daerah / HEBOH! TRC PPA KALTIM GERUDUK KANTOR GUBERNUR, SOROT BAYI MENINGGAL DIDUGA TERDAMPAK ASAP KARHUTLA

HEBOH! TRC PPA KALTIM GERUDUK KANTOR GUBERNUR, SOROT BAYI MENINGGAL DIDUGA TERDAMPAK ASAP KARHUTLA

SAMARINDA — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) menuai protes. Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim menggelar demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Samarinda, untuk menyuarakan kekhawatiran atas dampak asap karhutla terhadap kesehatan masyarakat, khususnya bayi dan anak-anak.

Aksi ini menjadi sorotan setelah Ketua TRC PPA Kaltim, Rina Zainun, mengungkapkan adanya laporan bayi meninggal dunia yang diduga berkaitan dengan paparan asap, serta sejumlah anak yang mengalami gangguan kesehatan pernapasan.

Rina mempertanyakan kondisi di lapangan yang menurutnya belum sepenuhnya mencerminkan pernyataan bahwa situasi Kaltim masih aman.

Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas udara, ia menilai dampak asap terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak, tidak boleh dianggap sepele.

“Hari ini kami TRC PPA berkaitan dengan bayi yang meninggal, yang diduga karena asap. Ada beberapa anak yang pernah kami kunjungi di rumah sakit juga terkena ISPA,” kata Rina.

Dua Anak di Pelita 8 Jadi Perhatian

Rina mengungkapkan, pihaknya menerima laporan mengenai anak-anak yang diduga terdampak asap karhutla. Di kawasan Pelita 8, terdapat dua anak yang menjadi perhatian TRC PPA Kaltim.

Salah satu anak dilaporkan menjalani perawatan di rumah sakit akibat infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sementara itu, seorang anak lainnya juga dilaporkan terpapar asap.

Namun, pendataan yang dilakukan TRC PPA Kaltim belum mencakup seluruh laporan yang diterima. Sejauh ini, tim tersebut mengaku telah mendatangi langsung tiga kasus.

Temuan dan laporan itu memunculkan kekhawatiran mengenai risiko paparan asap terhadap kesehatan anak-anak, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan rentan.

Kematian Bayi Dipertanyakan, Perlu Penjelasan Medis

Persoalan bayi meninggal dunia menjadi salah satu sorotan utama dalam demonstrasi tersebut.

Rina mempertanyakan penjelasan yang menyebut kematian bayi itu bukan disebabkan gangguan pernapasan akibat asap. Ia mengaku mengetahui keterangan dari ibu korban yang menyebut bayi tersebut pada awalnya tidak mengalami gangguan pernapasan, tetapi memiliki riwayat keterlambatan tumbuh kembang.

Meski demikian, dugaan keterkaitan antara paparan asap karhutla dan kematian bayi tersebut masih memerlukan penjelasan serta pembuktian medis. Informasi yang disampaikan TRC PPA Kaltim belum cukup untuk memastikan penyebab kematian korban.

Karena itu, diperlukan kejelasan berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan pihak berwenang agar persoalan ini tidak berhenti pada saling bantah atau dugaan semata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *