kendari,sultrabisa.com – Kabut asap yang menyelimuti Kota Kendari semakin pekat. Jarak pandang di sejumlah wilayah diperkirakan turun hingga kurang dari lima kilometer. Kondisi ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap dampak asap bagi kesehatan.
Sebaran asap diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tenggara, serta kiriman dari Papua Selatan dan Maluku akibat pergerakan angin. Kondisi tersebut diperkirakan masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
https://youtube.com/shorts/kzLB6fiKjQs?si=upWPECT547cvNN3T
Paparan asap dapat mengiritasi mata dan saluran pernapasan, memicu batuk, serta memperburuk kondisi penderita asma atau penyakit paru-paru. Risiko ini perlu diwaspadai meskipun kualitas udara di sebagian besar wilayah Sulawesi Tenggara tercatat dalam kategori sedang.
Untuk mengurangi risiko, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker yang sesuai saat berada di area berasap, serta memperbanyak minum air putih. Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian khusus.
Jika mengalami sesak napas, nyeri dada, atau gejala pernapasan yang memburuk, segera cari pertolongan medis. Masyarakat juga disarankan menutup jendela saat asap masuk ke lingkungan rumah dan memantau informasi kualitas udara dari sumber resmi.
Selain berdampak pada kesehatan, kabut asap dapat mengganggu keselamatan perjalanan. Pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan diminta mewaspadai penurunan jarak pandang serta mengikuti informasi dan arahan dari petugas terkait.
Kewaspadaan menjadi langkah penting untuk melindungi diri dan keluarga. Jangan menunggu kabut asap semakin pekat untuk mengurangi paparan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap gangguan pernapasan.









